Pengalaman Membaca Buku: Sang Alkemis.

Karya Paulo Coelho

Dalam usahanya mengejar impian itu, ada-ada saja cobaan yang dialaminya, untuk menguji keteguhan hati serta keberaniannya. Maka dia tak bisa terburu-buru ataupun tak sabar. Kalau dia merangsek maju secara membabi buta, dia akan luput melihat isyarat-isyarat dan tanda-tanda yang diberikan Tuhan sepanjang jalannya.

Akhirnya berhasil menuntaskan salah satu buku yang sudah lama ada di TBR-ku, dan ternyata isinya  bagus banget. I enjoyed every part of it so much that I ended up reading it in one sitting. Sang Alkemis adalah novel karya Paulo Coelho yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1988, dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia. Versi terjemahan Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Gramedia ini pertama kali hadir pada tahun 2005 dan diterjemahkan dengan sangat baik oleh Tanti Lesmana. Menurutku pribadi, hasil terjemahannya sangat enak dibaca dan mudah dipahami, jadi makin betah menyelami ceritanya. Buku ini memiliki 2 bab dengan total 224 halaman.

Buku ini mengisahkan tentang seorang anak gembala bernama Santiago yang memiliki impian untuk menjelajahi berbagai tempat. Suatu malam, ia mendapatkan mimpi tentang sebuah harta karun yang tersembunyi di dekat piramida, jauh dari tempat ia tinggal sekarang. Awalnya, ia berniat mengabaikan mimpi itu karena merasa mustahil untuk mencapai piramida yang jauh, namun pada akhirnya ia memutuskan untuk mencari tahu arti di baliknya. Dalam perjalanannya, Santiago bertemu seorang perempuan Gipsi, seorang pria yang mengaku sebagai Raja, dan seorang Alkemis yang membimbingnya menuju harta karun tersebut.

Udah sering banget lihat review dari banyak orang tentang buku ini, dan kebanyakan bilang kalau Sang Alkemis itu bagus banget untuk membangun motivasi dalam mengejar mimpi. Karena itu, aku jadi tertarik untuk membacanya. Dan ternyata, emang bener, bagus banget! Bukan bermaksud hiperbola, tapi rasanya aku pengen bikin anotasi di setiap halamannya karena hampir semua kalimatnya punya makna yang dalam dan cocok banget dijadikan pengingat. Maka, izinkan aku untuk membagikan beberapa pelajaran berharga yang aku dapat dari buku ini.

Selama mengikuti perjalanan Santiago dalam cerita, aku sempat merasa bahwa perjalanannya untuk mencari harta karun sampai harus ke piramida itu adalah hal yang mustahil, apalagi dengan segala tantangan yang akan ia hadapi nantinya. Tapi ternyata Santiago mengajarkan kepada pembaca bahwa setiap kemustahilan bisa dihadapi asal dari kita sendiri mau berusaha. Dalam buku ini juga berulang kali ditekankan, bahwa jika sesuatu memang sudah menjadi takdir kita, maka seluruh semesta akan bekerja sama membantu kita untuk mewujudkannya. Asalkan kita sendiri tidak menyerah dan tetap berjuang untuk mengejar takdir itu (bukan meninggalkannya begitu saja ketika rencana kita tidak berhasil). Karena sering kali, kita justru meninggalkan mimpi kita hanya karena merasa takut dan tidak mampu, bukan? Nah, kalau kamu sedang berada di fase seperti itu, buku Sang Alkemis bisa jadi bacaan yang sangat menguatkan. Ada banyak hal yang bisa kamu tanamkan dalam hati dari setiap pelajaran di dalamnya.

Fokus utama dari buku ini adalah tentang mengejar mimpi. Saat seseorang sedang mengejar impian, ia harus berani melepaskan hal-hal yang saat ini dimilikinya dan percaya bahwa apa pun yang dilepaskan akan digantikan dengan sesuatu yang lebih baik. Buku ini juga menggambarkan dengan indah bagaimana perasaan bimbang sering muncul ketika suara hati tidak sejalan dengan kenyataan. Kadang, hati ingin kita terus maju, sementara realita justru menunjukkan sebaliknya. Tapi menurut buku ini, suara hati yang terus berbicara di tengah kebimbangan adalah pertanda bahwa hati kita masih hidup dan karena itu, kita harus belajar untuk memahami dan mendengarkannya.

Kita juga tidak bisa terburu-buru dalam meraih apa yang kita inginkan, karena semuanya adalah proses. Proses untuk tumbuh, proses untuk terus hidup, dan proses untuk menghidupi mimpi dengan usaha yang tulus dan penuh kesungguhan. Apa pun yang kita tanam dengan niat baik, akan berbuah pada waktunya, sebagaimana hal itu memang sudah ditakdirkan untuk kita.

Sang Alkemis juga banyak menegaskan bahwa dalam setiap langkah hidup, kita harus selalu mengingat bahwa Tuhan turut berperan dalam kehidupan ini. Karena itu, jangan pernah meninggalkan Tuhan apa pun alasannya, sebab segala pertanda yang ada di dunia berasal dari-Nya yang senantiasa menyertai kita.

Buku ini juga tidak henti berbicara tentang pertanda. Buku ini mengajarkan bahwa hidup ini penuh dengan tanda-tanda. Kita hanya perlu lebih peka untuk melihatnya, karena setiap pertanda bisa menjadi petunjuk yang mengarahkan kita menuju impian. Dan ketika kita sudah berusaha sekuat tenaga untuk mencapai sesuatu, perjalanan itu sendiri tidak akan pernah sia-sia. Sebab pengalaman yang kita kumpulkan akan menjadi pelajaran hidup yang membekas dan membentuk diri kita di masa depan.

Kutipan ini sudah aku simpan dengan baik di dalam diriku sendiri dan akan terus aku ingat: 

Dimanapun hatimu berada, disanalah hartamu berada.

Untuk mendapatkan harta tersebut tentu kita harus berani bertindak. Seperti kutipan yang pernah aku baca di luar buku ini,

Nothing changes if nothing changes.  

Semoga setiap orang yang sedang berjuang mengejar mimpinya dimudahkan jalannya dan segera dipertemukan dengan impian itu. Jangan pernah menyerah, ya. Tetap genggam mimpi-mimpimu erat-erat, karena mereka layak untuk diperjuangkan ;)

Cia,
Yogyakarta, 9 Juni 2025.  

Komentar