Pengalaman Membaca Buku: Re: dan peRempuan.
Karya Maman Suherman.
Menurutku lagu yang cocok untuk buku ini: Nina-.Feast
Meski saya tidak yakin doa seorang pelacur didengar oleh Tuhan. Tapi setidaknya Tuhan tahu ini doa seorang pelacur kepada anaknya. Bukan semata doa seorang pelacur. Doa seorang ibu.
Rak buku pada bulan September 2024 lalu kedatangan sebuah buku yang memperkenalkanku pada dunia baru, buku tersebut berjudul Re: dan peRempuan. Buku ini ditulis oleh Maman Suherman dan pertama kali diterbitkan pada tahun 2021 oleh penerbit KPG. Buku setebal 330 halaman ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu Re: dan peRempuan. Ceritanya diangkat dari kisah nyata yang bersumber dari skripsi sang penulis dan memiliki label 18+.
Trigger Warning: Prostitution, sexual exploitation, sexual harassment, physical and psychological violence
Bagian Re: mengisahkan perjalanan seorang mahasiswa kriminologi bernama Herman yang tengah menyelami dunia pelacur di Ibu Kota untuk melengkapi data untuk skripsinya. Dalam proses tersebut, ia bertemu dengan Rere — seorang pelacur lesbian yang masih muda dan berparas ayu. Sejak pertemuan itu, Rere pun menjadi objek utama dalam penelitiannya.
Bagian peRempuan menceritakan kehidupan Melur, seorang gadis yang selalu membawa “celengan pertanyaan” tentang siapa sebenarnya ibu kandungnya. Pertanyaan-pertanyaan itu ia bawa kepada Herman, seolah berharap jawaban bisa ditemukan dari sosok lelaki yang selama ini ia percaya.
Membaca bagian Re: bikin aku tahu gimana buruknya sistem prostitusi. Seberapa menderita mereka yang bekerja di dalam lingkaran hidup itu.
Pada bagian Re:, aku seolah meminjam kacamata Rere dimana ia tidak banyak menjumpai terang dan bahagia dalam hidupnya sebagai pelacur. Begitu banyak hal di luar kendali yang terjadi begitu saja dengan mudahnya. Jika kepingan-kepingan cerita itu berhasil menarikku lebih jauh untuk masuk ke dalam dunianya yang sesungguhnya, mungkin aku akan memilih untuk langsung melompat dari gedung lantai lima. Membaca bagian Re: membuatku belajar banyak hal — terutama tentang pentingnya untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan, apalagi ketika kita bahkan belum tahu seperti apa konsekuensi yang akan datang. Tokoh Rere sangat kuat dan tabah dalam menjalani untuk segala hal yang terjadi. Ini menjadi point terbaik di dalam cerita.
Beralih ke bagian peRempuan, di sinilah aku bisa melihat bagaimana kasih sayang seorang ibu mampu menembus batas apa pun. Seorang ibu yang rela melakukan apa saja demi anaknya, meskipun terhalang oleh jarak seorang ibu selalu mampu untuk membesarkan anaknya dengan sebaik mungkin. Hal lain yang paling kusukai dari bagian ini adalah bagaimana para tokoh di dalam cerita selalu berusaha untuk menyisakan ruang keikhlasan. Mereka belajar menerima dan melepas setiap hal yang hadir dalam hidup mereka. Tentu pada bagian ini, aku bisa belajar banyak tentang cara memahami orang lain, melepaskan apa yang sudah seharusnya dilepaskan, dan merelakan segala “andai” yang sudah berada di belakang. Bagian peRempuan menjadi yang paling berkesan bagiku, karena setelah baca ini aku bisa menemukan begitu banyak makna baru tentang hidup.
Terakhir, jika buku ini berubah wujud menjadi sebuah lagu, menurutku lagu yang tepat adalah Nina-.Feast. Rasa-rasanya lirik di lagu ini mengambil POV dari Rere untuk anaknya. Rere yang selalu berharap segala hal baik berada di sekitar anaknya sedang dia juga mengusahakan untuk terus menjaga anaknya dari kejauhan. Lirik bagian ini cukup memukulku dan bikin aku teringat sama novel Re: dan peRempuan:
Tumbuh lebih baik, cari panggilanmu
Jadi lebih baik dibanding diriku
'Tuk sementara ini aku mengembara jauh
Saat dewasa kau 'kan mengerti
Cia,
Yogyakarta, 24 September 2024.


Komentar
Posting Komentar